.. DaLam konteks demokrasi, Ideologi/Aliran/Paham apapun itu punya hak kontestans, tak perduli sesalah apapun anggapan terhadap hal itu. Dari pada antipati sejak awal dengan cara memberangus dan menghantamnya, jauh lebih baik memberikan kesempatan kepadanya tuk berkontestasi, Toh..klo paham/aliran/ideologi itu dianggap tidak menjadi solusi,bahkan merugikan,tentu akan di tinggalkan,sementara itu disisi lain sang pemegang ideologi/paham/aliran akan merasa kalah secara terhormat.
DaLam satu contoh,terjadi pembakaran/penindasan terhadap buku2/pemikiran2 yang dianggap sebagai musuh dan dinyatakan secara terang2an sebagai lawan,,Lantas bagaimana kita benar2 tahu bahwa itu adalah benar2 lawan bila tidak pernah membacanya/mempelajarinya.
Bisa2 jadi sperti anak kecil yang tidak pernah dikenalkan jelas tentang seekor macan,saat ketemu kucing dia lari sebab dia sangka itu adalah macan…
Sang Pemilik Alam semesta telah memberikan Filosofi terhadap perbedaan dalam konteks yang sangat common/umuml…seperti memberikan Hujan kepada semua mahluk,,apakah yang taat padaNya atau pun tidak,bahkan yang percaya atau tidak,,memberikan sinar Matahari yang menerangi kepada semuanya..dan kesempatan kepada semua..
Semoga saja pemikiran2 terhadap perbedaan/keberagaaman…semakian hari2 semakin bijaksana dalam menyikapinya..
termia kasih Gus,,tuk sumbang idemu yang menyegarkan..
..::Maju aja susah,apalagi Mundur:: Gitu aj koq repo.. hahaha…(Still Long For You Gus,,GOodbye)
bener2 luar biasa mas wadio ini…..kayaknya kita sepaham